Tumbuh Gigi si Bayi

Jadiiii, my second born umurnya saat ini adalah 11,5 bulan. Yang mana dirinya baru 2 hari lalu tumbuh gigi sebanyak 3 sekaligus (atas 2, bawah 1). Padahal saya ga terlalu berharap giginya akan tumbuh segitu cepat dan segitu banyaknya di umurnya yang belum genap 12 bulan.

Kenapa? Karena my first born giginya baru tumbuh 1 di bagian bawah tepat sehari sebelum dia ulang tahun yang pertama. Hahaha, irit banget ya. Padahal dia sudah bisa jalan, sudah bisa makan nasi, biskuit, roti, serta sudah bisa sedikit bicara “nyanya”, “yayah”, dan “mama”.

Terkadang saya masih suka khilaf bahwa dua anak saya berbeda, dan kadang masih suka membandingkan (bukan kepada anak ya, tapi lebih ke diri saya sendiri). “Perasaan dulu tetehnya begini, kok si adek begitu ya..”. “Si adek kok begini, perasaan dulu si teteh engga..”. Daaaan berbagai perasaan-perasaan lain.

Jadi dulu si teteh umur 10 bulan udah makan nasi+lauk. Sementara adek baru mau makan nasi+lauk di umur sekarang, 11,5 bulan.

Adeknya ini, doyaaaaaaan banget makan, Tabarakallah, Alhamdulillah, segala apa aja mau dihap di mulutnya. Padahal dulu tetehnya dari umur 8 bulan susah pisan makan, doyannya nasi pake kerupuk aja. Hahaha..

Terus, karena di umur 10 bulan belum ada tanda-tanda gigi mau muncul padahal udah sering banget ngences-ngences, sementara ibu-ibu lain di grup lagi curhat nenennya kesakitan karena anaknya numbuh gigi, saya mulai ajarin si teteh makan biskuit sendiri. Makanya sampe sekarang dia hobi banget nyemil biskuit. Tapi tetep aja tuh giginya ga numbuh secara tiba-tiba banyak (hahaha yaiyalah mooom, emangnya simsalabim).

Sementara si adek ga ada tanda-tanda ngences, jarang cranky, makan biskuit belum bisa nggigit, maunya makan yang lembut-lembut terus, eh tiba-tiba muncul gigi barengan 3 sekaligus.

Nah, mudah-mudahan mamak-mamak dan mommy-mommy lain ga segalau saya dulu waktu si teteh belum muncul giginya. Padahal kata dokter pun ga kenapa-kenapa loh kalau gigi anak belum tumbuh, malah bagus giginya ga gampang rusak karena sudah makan yang aneh-aneh.

Iklan

Cheung Chau Island, Pulau Tanpa Mobil dan Motor

November lalu, kantornya suami ngadain family outing ke Cheung Chau Island, entah dimananya Hong Kong Island, tapi cukup naik kapal ferry selama 30 menit, dan sampailah ke pulaunya. Awalnya ga terlalu terpukau sama pulaunya, karena pas lagi ke sana itu hari Sabtu, jadi ruame banget di dekat pelabuhannya. Ya karena banyak toko, banyak restoran, dan banyak wisatawan juga.

Oh ya, namanya mamak-mamak rempong ya, jadi sebelum berangkat gw nanya ke suami, di sana (Cheung Chau) ada 7-Eleven atau ga, maksudnya biar ga perlu repot-repot bawa camilan dari rumah (maklum anak dua yess). Dan dia bilang “kayaknya ga ada sih bun, di sana kan kita mau hiking.”. Jadilah gw bawa satu tas sendiri isinya minuman, makanan ples camilan anak-anak. Eh gataunya, keluar dari pelabuhan kita disambut dengan Mc-Donald’s dan 7-Eleven!! Hahahaha, rasanya pengen gw getok deh suami..

Nah, family outing dari kantornya suami ini jadwalnya adalah hiking, lunch, mochi making, daaan poto-poto (wajib dong). Berhubung ada pasukan yang bawa princess-princess (termasuk gw), jadinya kita ga ikutan hiking, tapi cukup sight seeing. Dan ternyata si Cheung Chau ini BAGUS tempatnya!! Setelah melewati keramaian di pelabuhan, ternyata di sisi lain pulau Cheung Chau ada pantai pasir putih (sayang pas kesana lagi dingin banget anginnya, kalau summer pasti betah deh main di pantainya), rumah-rumah napak tanah, taman di depan rumah, dan yang unik adalah, disini ga ada mobil ataupun motor! Yes, most people here jalan kaki atau naik sepeda. Kalau untuk yang kirim-kirim galon atau bawa barang berat pakai semacam becak-motor gitu. Duh, jadi inget sama film korea deh gw pas jalan-jalan di sana, hahaha..

Makan siang kita di sana adalah chinese-seafood, maksudnya adalah menunya seafood tapi dimasak ala chinese. Dan makanan kayak gini selalu bikin gw WOW, karena makanannya porsinya geda banget, cocok buat rame-rame, plus rasanya ga ada yang failed (tergantung restorannya kali ya).

IMG_4354

Oh ya, di sana kan juga bikin mochi gitu ya, dan mochi di HK itu terkenal akan mochi buahnya. Jadi beneran buah asli di dalam mochi, bukan buah yang diracik (kalau di Indonesia kan kayak mochi kacang hijau, kacang hijaunya diracik dulu jadi adonan). Nah, yang paling laris itu mochi mangga dan durian di sini. Si mochi nya bisa dimakan langsung atau dijadiin semacam dessert kayak di Hong Tang gitu (eh, bawa merk deh).

Selain mochi, makanan khasnya adalah bakpao dan coconut cake, yang rasanya enaaaaaak (hahaha lebay). Tapi beneran enak, deh. Karena selama di HK ini gw ga pernah asal jajan bakpao, cuma pernah makan bakao isi red bean di Islamic Canteen masjid ammar (karena mostly bakpao dijual di tempat makan yang ada porknya). Nah bakpao yang kemarin dibawain jadi oleh-oleh dari Cheung Chau itu gedeee banget, isinya mung bean, red bean, dua lagi gatau apa tapi yang satu kayak ada kacangnya, dan satu lagi ada wijennya. Dan si coconut cake nya itu semacam kue mangkok yang dikukus kalau di Jakarta, tapi ini terbuat dari kelapa gitu.

Jadi, kesimpulannya adalah, Cheung Chau is one of the worth visited place in Hong Kong. Nah, menurut sassymamahk.com, bagus banget dateng ke Cheung Chau pas bulan April. Karena pas bulan itu ada Bun Festival, dan kita bisa liat the huge towers of buns. Buat para turis pecinta shopping mungkin bukan salah satu destinasi wisata, tapi kali aja ada yang datang ke Hong Kong dan punya waktu lebih bingung mau dipake kemana, cobain ke sini ya! Atau ke Nan Lian Garden (hahaha, teuteup ngefans sama tempat itu).

IMG_4351

Young Living Essential Oil (YLEO)

IMG_2769

Mamak-mamak mana jaman now gak tau Young Living Essential Oil? Mamak-mamak kekinian pastinya tau dong walaupun bukan sebagai pengguna. Samaa, dulu saya juga bukan pengguna YLEO, walaupun teman saya di group mahmud udah sering kasih tau manfaat dan khasiatnya. Awalnya ga percaya sama manfaatnya, kemudian setelah agak percaya, ga beli juga karena harganya selangit bookk… Hahaha…

Awal ketertarikan beli ini karena waktu Galih umur 4 bulan, dia batuk berdahak sampai 2 minggu ga kelar-kelar. Kemungkinan sih karena ketularan Caca. Biasanya kalau bayi batuk pilek, dahaknya akan keluar lewat tinjanya atau dimuntahin sama bayinya kan ya. Nah Galih ini jarang muntah, dan waktu batuk-batuk kemarin dia sama sekali ga muntah walaupun udah dikasih obat pengencer dahak. Daaan, anak ASI ini sedang jarang pupup. Jadi, Galih dari umur 4 bulan, pupnya ga setiap hari, bisa 2-5 hari sekali. Dan tiap dia pupup, ga ada lendir dahak yang keluar bersama tinjanya gitu. Makanya saya gemes kesel gimana gitu, kok ya ga beres-beres batuknya, padahal udah ke dokter, udah dikasih obat, tapi tiap malem masih ohok-ohok ga bisa tidur nyenyak. Dan makin heran kenpa dokter sini ga nyaranin buat inhalasi, kalau di Jakarta pasti udah disuruh inhalasi kan ya biar dahaknya cepet encer.

Setelah 2 minggu ga beres si batuk, bersamaan dengan kita semua balik ke Indonesia, akhirnya kebeli juga deh si YLEO (Alhamdulillah ya rejeki anak saleh), DEMI liburan 3 minggu tanpa sakit, tanpa dokter. Saya ga mau liburan yang dinanti-nantikan selama 9 bulan ini berantakan gegara anak-anak cranky, atau emak bapak tepar karena sakit. Karena liburan kali ini tanpa mbak, jadi sebisa mungkin semuanya sehat bugar biar pada happy gitu. Kalo cranky karena mau main perosotan yasudahlah yaa, hahaha…

Nah, 6 oil di atas itu adalah 6 basic oils yang katanya (rekomendasi yang jual, tengkyu Machaaaa) wajib ada buat saya dan para krucil di rumah. Kenapa? Karena sebentar lagi mau winter di Hong Kong, jadi pengennya anak-anak ga terlalu sakit. Ya memang, sakit itu kan Qadarullah ya, tapi tetep berusaha kalaupun sakit anak-anak masih mau makan dan cepat sembuh.

Thieves sebagai imun booster, dan untuk radang tenggorokan, sariawan, anti virus, anti bakteri. RC untuk batuk, pilek, asma, hidung mampet. Lemon untuk pereda demam pada ana, radang tenggorokan, menjaga saluran cerna. Lavender untuk alergi, bengkak-bengkak gigitan nyamuk, mastitis, bengkak kejedut, dan stress reliever. Digize pereda asam lambung maag, diare dan sembelit. Lemongrass sebagai anti GTM, penambah nafsu makan, pereda kolesterol untuk dewasa, dan anti nyamuk.

Trus gimana khasiatnya? Buat saya, YLEO ini bukan obat, tapi semacam booster atau kayak vitamin gitu (kalau vitamin diminum, YLEO ini dioles). Jadi kalau anak-anak, saya ataupun suami sudah sakit dan memang perlu obat, tetap intake obat sesuai anjuran dokter. Kayak kemarin Galih waktu di jakarta tetap inhalasi dan minum puyer racikan dokter, yang Alhamdulillah cuma 2 kali minum aja (4 hari sebelum pulang Galih pilek dan dahaknya kental jadi susah keluar), suami dan saya juga beberapa kali sempat drop mulai bersin-bersin dan minum paracetamol, Caca juga sariawan pas liburan kemarin dan ditotol obat sariawan.

Tapi overall, Alhamdulillah semua sakitnya ga sampai parah berhari-hari. Jadi, tiap hari anak-anak dioles Thieves yang udah di-dilute, sebanyak 3 kali (setelah mandi pagi, sore, dan sebelum tidur) di spine dan telapak kaki untuk Galih dan telapak kaki saja buat Caca karena kulit Caca sensitive. Kalau untuk emak bapak di pergelangan tangan tapi pakai oil Thieves langsung. Ples juga diffuse Thieves dan RC tiap hari (biar Galih ga grok-grok tiap malem). Padahal pas liburan kemarin tiap hari pasti pergi, kadang sampai malam, pergi sana sini kayak gosokan ke Bekasi-Bandung-Tangerang bolak balik. Alhamdulillah semuanya sehat sampai kembali ke Hong Kong.

Dan pas banget nyampe Hong Kong cuacanya lagi windy mau masuk Autumn. Lanjuuutt deh oleh-oles si Thieves biar krucil-krucil tertamengi. Kalau kata suami : “Terimakasih Young Living, berkat YL, saya ga jadi sakit!” Hahahaha…

Night Terror (atau Gangguan Jin ya?)

Awal saya cari tau mengenai Night Terror ini sejak Caca umur 13 bulan. Itu adalah kali pertama Caca terbangun di tengah tidurnya, nangis rewel jejeritan, digendong ga berhenti nangisnya, diajak ngomong juga tetep ga berhenti. Sampai akhirnya saya ketakutan sendiri, manggil tetangga dan diajak naik mobil keliling kompleks (katanya untuk balikin jinnya ke tempat asalnya di rumah kosong depan komplek). Setelah sejam nangisnya berhenti dan bisa lanjut tidur lagi tanpa kebangun.

Menurut artikel-artikel yang sempat saya baca waktu itu, gejala-gejala yang Caca alami saat itu adalah seperti gejala Night Terror, salah satu gangguan tidur yang bisa dialami dari anak-anak sampai orang dewasa. Saya gatau juga sih apa yang Caca alami waktu itu, mimpikah atau badannya ga enakkah atau apa, karena anaknya belum bisa bicara.

Saya pikir waktu itu adalah yang pertama dan terakhir kalinya Caca mengalami hal itu. Tapi kenyataannya, sampai umurnya yang sekarang ,hampir tiga tahun, Caca suwering sekali terbangun di tengah malam, teriak-teriak sambil nendang-nendang, nangis, sambil ga jarang meracau (atau mengigau). Yang diracauin macem-macem, dari “gendong sambil berdiri, bunda!”, “Caca gamau main itu, ayah!”, “mau ke rumah Ibu, bunda!”, atau apapun lah yang kadangadalah kejadian di hari yang sama, atau kejadian di hari kapan tau.

Awalnya saya ngira itu semacam gangguan jin, soalnya Caca sama sekali ga bisa dihandle kalau sudah seperti itu. Mulailah saya bacain Al-Fatihah dan Ayat Kursi berulang-ulang, dari dalam hati sampai merapal di atas kepalanya. Sampai kadang suka saya tepuk-tepuk pipinya agak keras supaya dia mau bangun dan sadar kalau dia itu sedang mimpi. Tapi kalau dibilang dia ga sadar, ga juga. Masalahnya Caca tau kalau ada saya dan ayahnya, dia melihat saya dan ayahnya ngapain, jadi antara sadar dan ga sadar gitu.

Sampai akhirnya, saya mulai pasrah, dan berpikir bahwa mungkin ini adalah Night Terror. Dimana menurut artikel, tidak perlu dibangunkan, karena nanti anak akan berhenti sendiri. Namun perlu ditemani dan dipastikan bahwa anak dalam keadaan aman, dalam artian apa yang dia lakukan tidak menimbulkan bahaya (misalnya bisa aja anaknya jalan dalam tidur, kan itu harus dipastiin anaknya ga jalan kemana-mana).

Jadi kayak yang kemarin kejadian, Caca teriak tengah malem sambil nendang-nendang minta ke rumah Ibu (mama saya, rumahnya di Bekasi, dimana kita udah balik ke Hong Kong sekarang. Ga mungkin dong tengah malem minta jemput Ibu biar Caca nginep sama Ibu? Hahaha…) Jadinya saya biarin aja dia teriak-teriak sambil nangis, sambil saya gendong dan elus-elus punggungnya. Ayahnya ikutan elus-elus dimarahin sama anaknya (tuh kan, dia tu sadar sebenernya). Setengah jam saya masih sabar diem aja tuh.. Sampai akhirnya ga berhenti juga, saya lap mukanya pakai air, dan tetep ga ngaruh, anaknya masih teriak-teriak nangis. Akhirnya keluar jurus andalan “Kalau Carissa masih menangis dan teriak, silakan, bunda akan keluar.” (oh ya, itu jurus andalan saya kalau Caca teriak sambil nangis. Entahlah bagaimana pandangan orang, tapi saya memberi pilihan untuk Caca : berhenti teriak atau saya keluar kamar). Agak mendingan, anaknya mau berhenti teriak-teriak, tapi masih nangis sesenggukan. Dan butuh setengah jam berikutnya sampai dia sadar kemudian minta makan nasi, dan kembali tidur.

Saya sendiri belum menemukan penyebab Caca suka terbangun menangis dan teriak seperti itu. Tidak dalam semua kejadian dia dalam keadaan habis kecapekan bermain seharian, atau sakit, atau sedih. Ayahnya malah bilang “bisa jadi karena reaksi alergi “, yang mana agak saya ragukan, karena alerginya Caca adalah alergi di kulit. Mau tanya dokter, tapi dokter di sini mahal. Mau tunggu waktu pulang ke Indonesia mungkin untuk meniatkan diri ke klinik tidur (kalau ga salah di RS Premier Bintaro ada deh).

Ada ga sih anak kecil lainnya yang suka kebangun tengah malem kayak Caca juga?

PS: Sejujurnya ini adalah post curhat karena sudah dua malam anaknya kayak gitu terus dan mamak lelah, kadang suka ga kontrol emosinya malah Cacanya kena marah. I’m sorry honeeeeyyyyy T______T

17 Agustus-an di Hong Kong

17 Agustus kali ini awalnya sangat dinanti-nanti. Awalnya ya, sebelum tau apa aja acara yang bakal disajikan oleh KJRI. Waktu ada acara makan malam di KJRI, sempat denger kalau KJRI bakal ngadain acara di HKCEC (Hong Kong Convention and Exhibition Center) tanggal 9 Desember 2017 buat ngerayain 17-an di sini. Waaaaah, langsung semangat dong.. Gw ngebayangin bakal ada berbagai macam makanan yang dibikin sama mbak-mbak BMI di sini kayak es pisang ijo, sate ayam, pempek, es cendol, batagor, apa ajalah udah ngeces berhalu-halu waktu itu. Sampai-sampai gw ngingetin suami terus jangan sampai lupa buat ambil tiket (yang ga mungkin lupa karena tiketnya dibagiin sama orang kantor).

Sampai pada malam sebelum hari H, suami membawa kabar buruk bahwa acaranya cuma bagi-bagi hadiah lomba 17-an yang sebelumnya udah diadain sama KJRI aja, ga ada acara makan-makan, apalagi jual makanan Indonesia. Hiks sedih kan… Trus gw tanya “Ada pengisi acara gitu ga? Nyanyi-nyanyi gitu? Kahitna? (ngareeep hahaha)”. “Kahitna? Dorce kali bun pengisi acaranya.”

Hahahahaha wakwaw banget deh. Langsung ga mood gitu pengen dateng besoknya. Tapi secara mau ga mau harus dateng ya, jadilah besokannya kita dateng tanpa pengharapan apapun dan lanjut makan siang keburu sore di Kampoeeng Candra, Causeway Bay.

IMG_0300

Khusus untuk karyawan home staff KJRI, BUMN dan BUMS di sini, ada upacara yang wajib dihadiri di wisma KJRI punyanya Pak Konjen. Dan karena ga libur, suami tetep masuk kerja, heuuu… Tapi Alhamdulillah lah ya ga kerja-kerja banget, karena kantornya suami  ngadain acara 17-an kecil-kecilan. Ditujuin buat home staff (karyawan yang berasal dari Indonesia) dan keluarga juga buat local staff (karyawan asli Hong Kong). Mungkin karena GM-nya baru kali ya, jadi emang baru kali ini diadain 17-an kayak gini di kantor Hong Kong sini.

Acaranya sederhana, nyayi Indonesia Raya, makan tumpeng, mandatory photo, dan lomba-lomba. Ada lomba buat anak-anak looohh, padahal pesertanya cuma 4 orang doang, termasuk Caca, buat seru-seruan aja, hahaha..

Ya lumayan lah ya, ga garing-garing amat, ada kegiatan di sini, walaupun ga kesampean makan es pisang ijo, hiks.. Ohya, dan baru tau juga kalau orang Cina di sini ga suka sama kerupuk. Mungkin mereka belum nyoba kerupuk udang kali ya, hmmm…

Ngeles ala Caca

#1
Bunda (B) : Caca, ayo makan sini..
Caca (C) : Kalau bahasa inggrisnya mau makan, apa?
B : I want to eat.
C : Kalau bahasa inggrisnya ga mau makan, apa?
B : I don't want to eat.
C : Oohhh…
B : Ayo sini dong, cepetan, makan dulu..
C : I. Don't. Want. To. Eat.
B : 😳😳😳 (ngeselin)

#2
Caca (C) : Ayah, caca mau jus, ayah!
Ayah (A) : Oke.. *tuangin jus ke gelas*
C : Ini punya caca ya, ayah jangan bagi. Nanti jusnya habis.
A : 😅 Yaudah, kalau gitu ayah makan kerupuk aja..
*btw, caca doyan BANGET kerupuk*
*mukanya langsung sumringah liat kerupuk*
C : Ayah, ini caca bagi jusnya. Boleh kok..
A : Bener boleh?
C : Iya, nanti caca bagi kupuknya yaa..
A : 😂

#3
B : Caca, what colour is this (tunjuk warna kuning)
C : I don't know
B : 😒😒
A : Nah, gatau kan. Sini ayah suapin dulu biar tau warnanya. Ayo mam dulu..
C : Caca tauu kok waynanyaaa! Yellow, this is yellow!
A : 😂😂 Bilang aja ga mau makan, caaa!

#4
B : Caca, mandi yuk!
C : Ga ah. Ikan aja ga mandi kok!
B : 😑

#5
B : Ca, turun doong, udah sampe Fusion nih, bunda capek gendong terus…
C : Ini adek Galih, bun. Adek galih belum bica jalan, belum bica ngomong, belum bica makan. Adek galih mau gendong aja…
B : Ohhhh gitu.. Yaudah bunda mau beli eskrim di Fusion, eskrimnya buat bunda aja kalo gitu..
C : Sekarang udah jadi Caca! Mau tuyun bun! Caca mau beli eskim juga!
B : *dasar*

City Park in Hong Kong

Walau keliatannya Hong Kong ini identik dengan surga belanja dan bangunan tinggi menjulang, ternyata di tengah-tengah kotanya banyak taman yang super nyaman buat dijadiin tempat piknik, jogging, atau jalan-jalan aja. Dan lebih enaknya lagi, semua taman di sini bersih, terawat, dan gampang banget dijangkau transportasi umum.

Banyak yang bilang, waktu yang paling pas buat piknik ke taman-taman di sini adalah bulan April-Mei. Walaupun pada kenyataannya, bulan April-Mei kemarin lebih banyak hari hujannya, karena sedang pergantian musim. Tapi karena bulan April adalah due date melahirkan saya kemarin, jadi dari Januari hingga Maret kami menyempatkan mengunjungi beberapa taman di sini.

Saya rasa sih lebih mendingan di akhir winter daripada summer untuk berkunjung ke taman. Atau mungkin sekalian di awal fall supaya tidak terlalu sumuk udaranya.

1. Hong Kong Park

Terletak di tengah-tengah district Central, saya super amaze ketika pertama kali ke sini. “Hebat ya Hong Kong, keluar mall ada taman bagus begini” (norak yaaa hahaha)..

Walaupun di sini ga ada area rumput yang bisa digunakan buat piknik, tapi banyak tempat duduk yang bisa digunakan untuk nyemil atau bahkan painting bagi beberapa orang.

Di tengah-tengah taman ada kolam yang cukup besar yang diisi dengan ikan kecil, ikan koi, dan little turtles. Kolamnya ga dipagerin, cuma dibatesin dengan bushes yang ada bunganya (kalau di Indonesia bunganya itu banyak tumbuh liar dimana-mana).

Ada juga air terjun mini yang kalau ditelusuri, ternyata di belakang air terjun ada jalan menuju ke atas yang dibikin mirip cave gitu, dan banyak burung terbang bebas di sana. Saya ga sempat ke atas karena lagi hamil dan keburu capek pas di tengah jalan (bumil lemah, hahaha)..

Di sini juga ada Flagstaff House dan Visual Art Centre. Tapi karena waktu itu saya ke sana sore menjelang magrib, jadi ga sempet masuk ke dua tempat itu, jadi ga tau ada apa aja disana.

So far puas banget main di sini, karena si toddler puas lari-larian, puas liat ikan, kura-kura dan burung, dan tempatnya enak buat leyeh-leyeh sore di bangku taman sambil nyemil.

2. Zoology and Botanical Garden

Kalau dilihat di google maps dan di tanda penunjuk arah, Hong Kong Park, Zoology and Botanical Garden serta Tamar Park itu deketan dan bisa nyambung. Namun pada kenyataan dan realisasi betis, ketiganya terpisah JAUH! Hahahaha..

Jadilah kita ke Zoology and Botanical Garden ini di lain kesempatan. Dan ternyata untuk jalan-jalan di taman ini diperlukan betis dan stroller. Kenapa? Karena jalanan di tamannya menanjak saudara-saudara! Jelas sudah anak kicik gamau jalan karena capek dan ayahnya kerepotan karena keberatan gendong-gendong. Pfiuuhh..

Kita ke sini waktu akhir winter, dan senang banget karena pas dengan munculnya matahari di hari itu. Jadinya betah deh berlama-lama di dekat air mancurnya demi sun bathing, hahaha.. Spot bagus buat foto-foto emang di air mancurnya, kalau dari gerbang masuk itu langsung naik ke kanan. Ada juga stall makanan kalau kelaperan di sana.

Untuk binatangnya, semua binatang dikandangin, jadi ga bagus buat difoto, dan ga bisa lihat dari dekat juga. Untuk area binatang dibagi jadi dua, jadi jangan sampai kelewatan ke area monyet-monyet di seberangnya (lupa, barat atau timur), karena dipisahkan oleh terowongan.

Sementara kalau untuk “botanical”nya, ga terlalu besar tempatnya, kebanyakan isinya anggrek, dan bunga-bunga yang banyak dilihat di Indonesia. Malahan di Taman Anggrek (dekat TMII) dan Taman Bunga Nusantara, Puncak, jauh lebih lengkap koleksi bunganya (yaiyalaaaaahhhh)…

Kalau anak-anak mulai bosen, bisa main di playground nya, tapi saran saya sih mainnya kalau sudah selesai jalan-jalannya. Soalnya kalau udah kesana gamau pulang biasanya. Hehehe..

3. Tamar Park

Nah, ini salah satu taman favorit buat piknik dan pepotoan. Alhamdulillah ke Tamar Park ini cuacanya lagi cucok-cucoknya. Ga terlalu dingin, tapi cerah bermatahari. Enak buat main bola, main scooter, atau sun bathing (lagi-lagi).

Pemandangannya ga ada bunga-bunga kayak yang ditawarkan Hong Kong Park ataupun Zoology and Botanical Garden. Tapi di sini bisa lihat laut (minus pantainya, jadi langsung laut aja gitu) yang jadi perbatasan antara island dan new territories. Dan Tamar Park ini nyambung ke Central Pier dan Ferris Wheel.

Kalau ke sini pas lagi weekend atau public holiday, harus pagi banget datengnya buat dapetin spot piknik kece, kalau siang dikit, udah terlanjur ditempatin mbak-mbak buruh migran (kebanyakan dari Filipina) yang arisan, gitaran, atau dengerin lagu berkelompok.

Oya, di sini ada nursery room buat nyusuin atau ganti popok bayi loh..

4. Quarry Bay Park

Taman yang paling deket apartment, dan paling sering dikunjungi karena: playground nya LUAS. Saking luasnya, Caca kalau ke sini gamau pulang, dan harus disogok beli es krim dulu baru mau pergi. Hahaha..

Walau sering ke sini, tapi belum pernah ke bagian pinggir lautnya. Jadi dua bulan setelah melahirkan, kita coba jalan-jalan ke sana pas lagi sore-panas-sumuk. Heuuhhh, ga tahan deh buat ke sana lagi pas summer..

Enaknya di sini kalau menjelang magrib kali ya, soalnya bisa liat sunset sambil jogging atau duduk-duduk liatin bocah ngejar burung. Walaupun kadang pemandangan kayak gitu suka terdistraksi oleh om-om yang jogging tanpa baju dan celana pendek ketat. Hahaha..

5. Nan Lian Garden & Chi Lin Nunnery

Ini sih favorit! Saran saya: ke sinilah saat weekdays dan pagi hari. Penting banget nih.. soalnya supaya dapet soul (cahilah) dan tentramnya taman ini. Di luar waktu-waktu tersebut, khususnya weekend, penuh banget, dan suka ada rombongan tour yang doyan pepotoan tanpa gantian.

Di bagian Garden-nya, banyak pohon yang ditanam dengan ciamik, semua tempatnya instagramable, dan ada lagu-lagu (atau musik ya lebih tepatnya) tradisional cina gitu. Ada restoran vegetarian, dan kedai vegetarian di dalam Garden-nya, jadi jangan takut kelaperan di sana. Ohya, di kedainya juga jual eskrim Holy Cow yang ada sertifikasi Halalnya.

Di bagian Nunnery, tengah-tengahnya ada kolam ikan koi, dan bangunan biara nya di pinggirnya, banyak patung di setiap ruangan. Dan kita ga dibolehin buat masuk ruangan, serta dilarang foto. Jadi ya palingan melongok doang isinya apa dan kayak gimana.

 

Yak, untuk sementara taman-taman itu dulu yang direview. Secara sekarang punya bayi dan cuaca Hong Kong lagi panas-sumuk akhir-akhir ini, jadi jadwal jalan-jalan ke taman ditunda dulu, kaciyan anak bayi kalau kepanasan soalnya. Atau emaknya yang males kepanasan ya ini? Hehehehe…